Jalan Impian Warga Pelawan Terwujud, Akses Pertanian Kini Lebih Mudah

Sarolangun, Jambi — Penantian panjang masyarakat Kecamatan Pelawan akhirnya berbuah manis. Pembangunan jalan daerah melalui program Instruksi Presiden (Inpres) kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama para petani yang selama bertahun-tahun bergantung pada akses jalan yang sempit dan rusak.

Camat Kecamatan Pelawan sekaligus tokoh masyarakat setempat, Sibawaihi, menyebut pembangunan jalan tersebut sebagai jawaban atas doa dan harapan masyarakat yang selama ini hanya bisa bermimpi memiliki akses transportasi yang layak.

“Sejujurnya, kami tidak banyak menuntut. Kami paham keterbatasan anggaran negara. Tapi Alhamdulillah, tanpa kami sangka, Allah menjawab doa masyarakat melalui pembangunan jalan ini,” ujar Sibawaihi saat ditemui di sela kegiatan masyarakat.

Ia menuturkan, jalan yang dibangun di sejumlah desa seperti Pelawanjaya, Batu Putih, Lubuk Sepuh, dan Pematang Polim dan Mekar Sari atau disebut jalan singkut Tujuh (7) kini memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan dinilai melebihi standar jalan provinsi. Dengan lebar mencapai sekitar tujuh meter, jalan tersebut memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna.

“Kalau dibandingkan, jalan provinsi lebarnya sekitar empat meter. Jalan di desa kami justru lebih lebar yakni enam meter. Ini benar-benar kebanggaan dan rasa syukur yang besar bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Sibawaihi, dampak pembangunan jalan ini langsung dirasakan. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, biaya angkut menurun, dan aktivitas ekonomi warga meningkat. Hasil bumi yang sebelumnya sulit dipasarkan kini dapat keluar desa dengan lebih cepat dan efisien.

Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah, yang diperjuangkan melalui aspirasi anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto. Aspirasi tersebut disampaikan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan yang selama ini terpinggirkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan khususnya kepada Pak Edi Purwanto yang telah menyuarakan kebutuhan kami di tingkat nasional. Jalan ini bukan sekadar aspal, tapi penghubung harapan dan masa depan masyarakat,” ungkap Sibawaihi.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Kecamatan Pelawan siap mendukung setiap program pembangunan lanjutan. Dengan persatuan warga yang semakin kuat, Sibawaihi berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembangunan jalan semata, tetapi juga menyentuh sektor lain seperti pertanian, ekonomi, dan kegiatan sosial masyarakat.

“Kalau diberi arahan, apakah melalui proposal atau mekanisme lainnya, kami siap. Kami ingin terus bergerak bersama pemerintah,” pungkasnya.

Bagi warga Pelawan, jalan baru ini bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan simbol hadirnya negara di tengah kehidupan mereka—membuka akses, mempercepat roda ekonomi, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan