Baper Gegara Diberitakan Antar MBG Jam 3 Sore, SPPG Pasar Masurai 2 Mendadak Stop Distribusi ke Rantau Jering!

Bangko, kabarupdate.id – Gelombang kritik atas buruknya layanan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukannya disikapi dengan evaluasi dan pembenahan, melainkan reaksi mengejutkan dari pihak pengelola.

Usai sorotan publik tertuju pada keterlambatan pengiriman paket makanan hingga pukul 15.00 WIB di SD Negeri 111/VI Rantau Jering, pihak SPPG Pasar Masurai 2 justru mendadak memutuskan untuk menghentikan total pendistribusian makanan ke wilayah tersebut.

Langkah sepihak ini terkuak melalui pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan oleh pihak SPPG Pasar Masurai 2 kepada para guru dan pihak sekolah.

Dalam pesan tersebut, pihak SPPG secara terbuka menyatakan penghentian pasokan makanan bergizi untuk kategori wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), termasuk Desa Rantau Jering dan Desa Muara Lengayo.

Alasan “viral” secara terang-terangan dijadikan salah satu pemicu utama dihentikannya program nasional tersebut.

Baca Juga  Lapor Kejati! 200 Penerima Bedah Rumah di Merangin Dipalak Pendamping? Total Capai Puluhan Juta!

“Untuk pendistribusian kategori wilayah 3T, kami stopkan dulu buk, dikarenakan: Masalah Viral,” tulis pesan dari pihak SPPG Pasar Masurai 2 yang diterima pihak sekolah.

Tak hanya mengambang pada alasan pemberitaan yang viral, pihak SPPG juga membeberkan sejumlah dalih teknis lainnya.

Pihaknya berlanjut mengklaim bakal ada rencana pembangunan Dapur 3T di Desa Muara Lengayo dan Rantau Jering, kendala jalan licin saat hujan yang berisiko memicu masalah baru bagi dapur mereka, hingga batasan jarak tempuh maksimal 6 KM dari lokasi SPPG.

“Jika hujan, terkendala jalan licin akan lambat pengantar ke sekolah, itu akan menjadi suatu masalah lagi buat dapur kami,” tambah pesan tertulis tersebut sebelum ditutup dengan permohonan maaf.

Sikap terburu-buru yang diambil SPPG Pasar Masurai 2 ini lantas memicu kekecewaan mendalam. Keputusan menghentikan distribusi secara mendadak dianggap sebagai tindakan lepas tanggung jawab dan mengorbankan hak anak-anak sekolah untuk mendapatkan pemenuhan gizi yang dijanjikan negara.

Baca Juga  SMSI Pertanyakan Kelanjutan Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PUPR Tebo

Padahal, masalah awal bermula murni dari kelalaian manajemen internal mereka sendiri, seperti ompreng MBG yang tertinggal hingga keterbatasan armada operasional, sebagaimana diakui oleh Kepala SPPG Pasar Masurai 2, Aldi Hauzario, sebelumnya.

Kini, imbas dari keputusan sepihak yang terkesan ‘baper’ terhadap kritik media tersebut, ratusan siswa di TK, SD, dan SMP Rantau Jering terancam tak lagi menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis hingga waktu yang belum ditentukan.

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan