Aktor Utama PETI Lubuk Gaung Mulai Terang: Nama Erik Mencuat Jadi Pengurus Sekaligus Penampung!

Bangko, kabarupdate.id – Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin seolah tak ada matinya. Aktivitas ilegal yang kian ugal-ugalan ini terus menggerogoti kelestarian alam setempat. Terbaru, tabir di balik hancurnya ekosistem Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Batang Masumai, perlahan mulai terkuak.

Sosok diduga aktor kunci di balik keberlangsungan tambang emas haram tersebut kini menjadi perbincangan hangat warga. Nama Erik mendadak mencuat dan jadi sorotan utama. Ia diduga kuat memainkan peran ganda yang sangat vital, yakni sebagai pengurus alat berat sekaligus penampung utama emas hasil kerukan PETI.

Berdasarkan kesaksian salah seorang warga Desa Lubuk Gaung berinisial N, aktivitas penambangan emas ilegal di wilayahnya sudah berada pada tahap yang sangat memprihatinkan. Tak tanggung-tanggung, para pelaku membabat kawasan tersebut menggunakan dua unit alat berat jenis excavator merek Sany dan Sumitomo.

Baca Juga  Harga Sawit Tak Sesuai, APKASINDO Menggugat! PT AIP Dikecam di Depan Wabup Merangin

“Ada pun yang mengurus alat berat jenis excavator itu diduga atas nama Erik. Selain pengurus alat berat, dia juga penampung emas hasil dari penambang emas ilegal PETI di wilayah itu,” ungkap N kepada kabarupdate.id, Sabtu (10/10/2026).

Dampak dari kerakusan aktivitas tambang ilegal ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Sungai Batang Masumai yang dulunya menjadi tumpuan hidup dan sumber air warga, kini kondisinya tragis, keruh dan pekat tak ubahnya seperti aliran lumpur.

N tak mampu menyembunyikan kekecewaan dan rasa prihatinnya melihat kondisi desanya yang kian luluh lantak akibat ulah segelintir oknum pencari keuntungan pribadi.

“Desa kami sekarang ini sudah hancur akibat ulah PETI ini, Bang. Cobalah lihat air Sungai Batang Masumai saat ini, sudah seperti air lumpur. Berapa besar dampak dari aktivitas PETI ini,” tutur N dengan nada getir.

Baca Juga  Bupati Syukur Antar Anak ke Sekolah, Jadi Teladan di Hari Pertama Masuk

Kerusakan alam yang makin parah dan dugaan keterlibatan nama Erik sebagai pengurus alat berat serta penampung emas haram membuat kesabaran masyarakat habis. Warga Desa Lubuk Gaung mendesak Aparat Penagak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan secara konkret ke lapangan.

Masyarakat menaruh harapan besar agar APH bertindak tegas tanpa pandang bulu demi menyelamatkan lingkungan yang tersisa, sekaligus menghentikan rantai bisnis gelap emas ilegal dari hulu ke hilir.

“Kami selaku warga Desa Lubuk Gaung meminta kepada aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan terhadap aktivitas PETI dan juga menangkap pelaku penampung emas dari hasil PETI,” tegas N mengakhiri keterangannya.

Kini, bola panas ada di tangan APH. Akankah aparat segera turun gunung menindak tegas keberadaan alat berat dan mengusut tuntas keterlibatan Erik cs, ataukah Sungai Batang Masumai dibiarkan mati perlahan dalam jeratan mafia emas ilegal?

Baca Juga  Dari Taman Rp3 Miliar ke Lift Rp2,5 Miliar, Publik Bertanya: Ke Mana Arah Kepemimpinan Bupati Syukur?

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan