Bangko, kabarupdate.id – Menjelang bulan suci Ramadan, keresahan warga Merangin soal kelangkaan dan melonjaknya harga LPG 3 kilogram kian terasa. Gas melon yang selama ini jadi andalan dapur masyarakat kecil, mendadak sulit didapat. Kalaupun ada, harganya disebut-sebut tak lagi bersahabat. Publik pun bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Polres Merangin bergerak cepat. Rabu (11/2) sekitar pukul 21.00 WIB, tim yang dipimpin langsung Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Merangin IPDA Jon Piter Hasudungan Lubis melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 Kg di wilayah Bangko dan sekitarnya.
Sidak malam hari itu menyasar Pangkalan Gas Sri Rahayu dan Pangkalan Gas Fitri di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, serta Pangkalan Gas Gusty Erawadi di RT 33 Kelurahan Dusun Bangko. Hasilnya? Saat dicek di lapangan, stok LPG 3 Kg di tiga pangkalan tersebut dalam kondisi kosong.
“Kami memastikan distribusi LPG subsidi berjalan sesuai ketentuan serta menjamin ketersediaan stok bagi masyarakat yang berhak menerima,” ujar IPDA Jon Piter, Kamis (12/2).
Dari keterangan pihak pangkalan, kosongnya stok disebut berkaitan dengan perubahan pola distribusi sejak Januari 2026. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan satu kali dalam seminggu sesuai jumlah penuh tabung, kini pengiriman dilakukan dua kali dalam seminggu namun hanya separuh dari jumlah biasanya. Perubahan ini diduga memicu ketidakseimbangan antara pasokan dan lonjakan permintaan, apalagi menjelang Ramadan.
Di sisi lain, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi melalui Kasat Reskrim Eka Putra Yuliesman Koto menegaskan, momentum menjelang puasa kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk bermain harga atau bahkan menimbun barang subsidi.
“Permintaan LPG 3 kilogram biasanya meningkat signifikan menjelang Ramadan. Kami mengantisipasi potensi penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” tegasnya.
Polres Merangin pun mengingatkan seluruh pemilik pangkalan agar tidak menyalahgunakan distribusi LPG subsidi dan menyalurkannya tepat sasaran. Masyarakat juga diminta ikut mengawasi dan melapor jika menemukan indikasi penyimpangan.
Kini sorotan tertuju pada distribusi dan pengawasan di lapangan. Apakah kelangkaan ini murni dampak sistem baru, atau ada permainan di baliknya? Yang jelas, gas melon bukan sekadar komoditas, ia menyangkut hajat hidup masyarakat kecil. Dan menjelang Ramadan, persoalan ini bukan lagi isu biasa.
reporter: Rhomadan Cerbitakasa












