Jelang Hari Kemenangan, Ahmad Fahmi Salurkan Santunan dan Sembako untuk Warga

Bangko, kabarupdate.id — Sore itu, Kamis (19/3) matahari mulai condong ke barat di sudut Kabupaten Merangin. Angin berembus pelan, membawa aroma Ramadan yang kian menua. Di halaman Koperasi Perkasa Nalo Tantan, puluhan warga berkumpul dengan raut wajah penuh harap, sebagian menggandeng anak, sebagian lagi duduk tenang menanti.

Di sanalah, Ahmad Fahmi hadir. Tanpa banyak seremoni, Wakil Ketua II DPRD Merangin itu menyapa satu per satu warga, menyalami mereka, dan sesekali berbincang ringan. Tidak ada jarak. Tidak ada sekat. Yang ada hanya kehangatan yang mengalir pelan, seperti sore itu.

Satu per satu paket sembako dibagikan. Di tangan yang menerima, bantuan itu bukan sekadar beras, minyak, atau gula. Ia menjelma menjadi harapan, tentang dapur yang tetap mengepul saat Lebaran, tentang anak-anak yang bisa tersenyum di hari raya.

Baca Juga  Mengerikan! Dua Pria di Sungai Tebal Merangin Tusuk Korban, Tangan Putus, Ditinggal Bersimbah Darah di Jalan

Di sudut lain, anak-anak yatim duduk berjejer. Tatapan mereka polos, namun penuh makna. Ketika santunan diserahkan, senyum kecil mulai merekah. Ada rasa yang sulit dijelaskan, antara haru, bahagia, dan mungkin juga rasa dihargai.

Di sela kegiatan, legislator dari Partai Gerindra itu menyampaikan, kepedulian tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.

“InsyaAllah, kita juga akan bantu masyarakat yang belum memiliki listrik, kita dorong pemasangan KWH. Selain itu, bagi warga yang belum aktif BPJS-nya, akan kita upayakan untuk diaktifkan kembali,” ujar Fahmi.

Menurutnya, kebutuhan dasar seperti listrik dan jaminan kesehatan merupakan hal penting yang harus dirasakan seluruh masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Lebaran ini harus kita sambut dengan kebahagiaan. Silahkan bagi warga yang merasa kesulitan karena hal-hal mendasar seperti listrik dan layanan kesehatan laporkan ke kami,” tambahnya.

Baca Juga  MD KAHMI dan NasDem Merangin Kehilangan Figur Penting, Muhammad Yani Meninggal Dunia

Ramadan, bagi banyak orang, memang bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah ruang untuk kembali memahami arti berbagi. Dan di Merangin, sore itu, nilai itu terasa nyata, hidup di tengah warga yang saling menyapa dan peduli.

Beberapa warga tampak tak kuasa menahan haru. Bagi mereka, perhatian seperti ini menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan yang terulur, bahkan disertai janji nyata untuk membantu kebutuhan yang lebih mendasar.

Kegiatan ini mungkin sederhana. Tanpa panggung megah, tanpa hingar bingar. Namun justru di situlah letak maknanya. Ketulusan sering kali hadir dalam bentuk yang paling sunyi, namun paling membekas.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, ketika gema takbir segera menggema, bantuan itu menjadi lebih dari sekadar pemberian. Ia menjadi simbol kebersamaan, bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang kembali ke fitrah, tetapi juga tentang mampu berbagi kebahagiaan dan menghadirkan solusi nyata bagi sesama.

Baca Juga  Banmus DPRD Merangin Tetapkan Jadwal Padat Pembahasan KUA-PPAS 2026

Di penghujung sore, kegiatan pun usai. Warga berangsur pulang, membawa paket sembako dan santunan, serta secercah harapan baru. Sementara itu, langit Merangin perlahan berubah warna, seakan ikut mengabadikan cerita kecil tentang kepedulian yang tak banyak bicara, namun terasa dalam.

reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Tinggalkan Balasan