Sakti Mandraguna! Ekskavator Bobi-Loho Punya Ilmu Menghilang? Netizen Salahkan Jin Berwujud Rp150 Juta

Bangko, kabarupdate.id – Publik Kabupaten Merangin tengah dihebohkan oleh kabar “supranatural” yang bikin geleng-geleng kepala dari dunia Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Dua unit alat berat jenis ekskavator merek Sany dan XCMG yang dikabarkan sempat diamankan aparat di kawasan Pulau Rayo, Dusun Bangko, dilaporkan mendadak “lenyap tanpa jejak secara misterius”.

Warga setempat yang awalnya mengira besi raksasa puluhan ton itu akan dijadikan barang bukti, dibuat melongo melihat lokasi penyimpanan yang sudah kosong melompong. Fenomena “gaib” ini pun memicu spekulasi liar netizen. Di berbagai platform media sosial, beredar rumor miring bahwa ekskavator tersebut memiliki “ilmu menghilang” instan setelah diduga disuntik “uang damai” senilai Rp150 juta.

“Besi sebesar itu kok bisa jinjit keluar lokasi tanpa kedengaran suara mesinnya? Ini jelas bukan sulap biasa, ada kekuatan ‘Jin berwujud Rp150 juta’ yang sukses membukakan pintu keluar,” sindir Mawardi, salah satu akun netizen dalam kolom komentar yang viral.

Baca Juga  Jejak Sindikat Perdagangan Anak Terkuak: Batak Team Polres Merangin Jambi Jadi Penentu Akhir Kasus Bilqis

Dikutip dari Reportika.id dan zonareformasi.com, dua unit ekskavator raksasa yang “menguap” pasca-operasi gabungan TNI-Polri tersebut diketahui merupakan milik dua pengusaha lokal bernama Bobi dan Loho. Bahkan, dilansir dari suarautama.id, warga ada yang menyaksikan melihat alat berat tersebut melenggang pulang dengan santai ke kediaman pemiliknya tak lama setelah penertiban dilakukan.

Isu adanya praktik “tangkap lepas” ini langsung memantik amarah elemen masyarakat. Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jambi bahkan bergerak menggelar unjuk rasa jilid II di depan Mapolda Jambi.

“Kami hadir kembali karena sampai hari ini kami masih mempertanyakan keberadaan dua unit ekskavator tersebut. Kalau benar diamankan, kami ingin tahu di mana barang itu sekarang dan bagaimana status hukumnya! Jangan sampai ada kesan negatif di masyarakat,” tegas Koordinator Umum Aksi Iqbal Dinata.

Baca Juga  Sorotan Publik Menguat, Direktur RSUD Sijunjung Pilih Serahkan Kasus ke Polisi

Aroma transaksional yang kian menyengat ini langsung direspons cepat oleh pihak kepolisian demi menepis rumor liar yang berkembang.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi membantah keras adanya aliran dana Rp150 juta maupun kesengajaan melepas alat berat tersebut. Pihaknya berkilah bahwa posisi alat berat itu sejak awal memang tidak berada di lokasi titik tambang saat pemeriksaan lanjutan digelar.

“Itu tidak benar ada Rp150 juta. Siapa yang billing (bilang)? Nanti kita tanya orang. Alat itu tidak di lokasi,” ujar Kiki dengan tegas saat dikonfirmasi wartawan.

Meskipun bantahan resmi dari Polres Merangin telah dikeluarkan, publik tampaknya belum puas. Para demonstran dan warga tetap mendesak aparat penegak hukum tingkat provinsi untuk mengusut tuntas dalang di balik hilangnya alat berat milik Bobi dan Loho tersebut, sebab bagi masyarakat, ekskavator raksasa tentu tidak bisa berjalan atau pulang sendiri tanpa adanya keterlibatan “orang dalam”.

Baca Juga  Lemahnya Kontrol Internal Dinkes Merangin Jadi Biang Bocornya Dana Kesehatan

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan