Rantau Jering Merangin Tanpa Tower, Warga Menanti Janji Kampanye Gubernur Al Haris

Bangko, kabarupdate.id – Di tengah gegap gempita pembangunan dan narasi transformasi digital, Desa Rantau Jering, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, masih berdiri dalam sunyi. Bukan karena damai, tetapi karena tak ada satu pun tower telekomunikasi yang menjulang di wilayah itu. Sinyal telepon dan internet menjadi barang langka.

Warga harus berjalan ke titik-titik tertentu, bahkan keluar desa, hanya untuk mengirim pesan atau menerima panggilan penting. Ironisnya, semua ini terjadi saat pemerintah gencar berbicara tentang digitalisasi desa dan pemerataan jaringan.

“Kalau mau kirim WhatsApp saja, kami harus cari tempat tinggi. Kadang naik motor dulu beberapa kilometer,” keluh Rhoma salah seorang warga. “Kalau ada urusan darurat, susah sekali. Sinyal tidak ada.”

Ketiadaan tower bukan sekadar soal gaya hidup modern. Dampaknya nyata. Anak-anak sekolah kesulitan mengakses materi daring. Informasi bantuan sosial dan layanan publik pun sering terlambat diterima.

Baca Juga  Pansel Umumkan Daftar 3 Terbaik Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Merangin 2025

Sorotan pun mengarah pada kampanye Al Haris November 2020 lalu, gubernur yang menjabat di periode keduanya ini pernah menggaungkan program ambisius, membangun 1.000 tower di seluruh Provinsi Jambi untuk desa-desa sulit sinyal, termasuk lokasi blank spot, sebagai bagian dari visi-misinya dalam Dumisake – Dua Miliar Satu Kecamatan.

Program ini dimaksudkan agar warga di daerah pedalaman bisa mengakses internet untuk pendidikan, usaha, dan konektivitas sosial.

“Waktu kampanye dulu katanya pembangunan merata sampai desa-desa. Kami ini juga bagian dari Jambi. Dua kali Pilgub di desa ini Pak Al Haris selalu menang. Kami cuma butuh tower supaya bisa merasakan jaringan seperti daerah lain,” kata Rhoma.

Warga berharap Gubernur Jambi Al Haris tidak lupa. Mereka masih setia menanti langkah konkret, dengan survei lokasi, penetapan titik pembangunan, hingga realisasi tower yang dijanjikan enam tahun lalu pada Pilgub.

Baca Juga  Hearing Panas di DPRD Merangin: Guru Kontrak Keluhkan Gaji Tak Kunjung Dibayar

reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Tinggalkan Balasan