“Batanghari Tangguh Menuju Jambi Tangguh”, Kode Keras untuk Fadhil Arief?

Bangko, kabarupdate.id – Sebuah kalimat sederhana namun sarat makna politik mencuat di tengah suasana hangat buka puasa bersama di Kota Bangko. Jargon “Batanghari Tangguh Menuju Jambi Tangguh” yang digaungkan dalam forum tersebut kini mulai ditafsirkan sebagai sinyal kuat arah politik ke depan, khususnya terkait sosok Muhammad Fadhil Arief.

Jargon itu mencuat dalam kegiatan yang diprakarsai oleh mantan calon Wakil Bupati Merangin, Nilwan Yahya, Rabu (18/3). Awalnya, kegiatan tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi dan mempererat kembali hubungan dengan awak media pasca Pilkada 2024.

Namun, di balik suasana santai penuh keakraban, pernyataan-pernyataan yang muncul justru mengarah pada dinamika politik yang lebih besar. Nilwan secara terbuka memperkenalkan nama Fadhil Arief sebagai salah satu figur yang berpotensi meramaikan bursa Pemilihan Gubernur Jambi 2029.

Baca Juga  Bocah 4 Tahun Hilang dari Makassar Ditemukan di Merangin, Pelaku Ditangkap

“Ini perkenalan awal bahwa saudara kita Pak Fadhil kemungkinan akan ikut bursa Pilgub Jambi,” ujar Nilwan di hadapan para jurnalis.

Meski disebut sebagai perkenalan awal, kemunculan jargon “Batanghari Tangguh Menuju Jambi Tangguh” dinilai bukan sekadar ungkapan spontan. Sejumlah kalangan menilai kalimat tersebut merupakan bagian dari framing politik yang mulai dibangun untuk memperluas pengaruh Fadhil dari level kabupaten menuju provinsi.

Sebagai Bupati Batanghari, Fadhil Arief memang dikenal dengan sejumlah program pembangunan yang mengusung semangat ketangguhan daerah. Narasi “tangguh” yang selama ini melekat di Batanghari kini mulai diarahkan sebagai identitas yang lebih luas untuk Provinsi Jambi.

Pengamat lokal menilai, penggunaan jargon tersebut bisa dibaca sebagai “kode keras” atau sinyal awal konsolidasi politik. Terlebih, forum yang digunakan melibatkan awak media yang memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik.

Baca Juga  DPRD Merangin Gelar Paripurna, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Di sisi lain, Nilwan menegaskan bahwa keputusan maju atau tidaknya Fadhil Arief dalam Pilgub Jambi sepenuhnya berada di tangan yang bersangkutan.

“Nanti beliau sendiri yang menyampaikan. Kita hanya memperkenalkan awal saja,” katanya.

Sementara itu, para awak media yang hadir menangkap adanya nuansa berbeda dalam pertemuan tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum itu juga dinilai sebagai ruang komunikasi politik yang mulai diarahkan ke kontestasi mendatang.

“Kita melihat ini bukan sekadar bukber biasa. Ada pesan politik yang mulai disampaikan, meskipun masih halus,” ujar salah satu jurnalis yang hadir.

Momentum Ramadan yang identik dengan kebersamaan tampaknya dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk membangun kembali jejaring komunikasi politik pasca Pilkada. Dalam konteks ini, kemunculan nama Fadhil Arief beserta jargon yang mengiringinya menjadi bagian dari strategi memperkenalkan figur secara bertahap kepada publik.

Baca Juga  Coffee Night Kapolres Merangin: “Saya Bukan Tipe Kapolres yang Jaga Jarak”

Jika dinamika ini terus berkembang, bukan tidak mungkin jargon “Batanghari Tangguh Menuju Jambi Tangguh” akan menjadi slogan yang lebih besar dalam peta politik Jambi ke depan dan sekaligus menandai langkah awal Muhammad Fadhil Arief menuju panggung Pilgub 2029.

reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Tinggalkan Balasan