Tanpa Rasa Takut, Bos PETI Nepal Akui Alat Berat Zoomlion di Salam Buku Miliknya!

Bangko, kabarupdate.id — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin makin ugal-ugalan dan seolah tak tersentuh hukum. Praktik pengerusakan lingkungan ini secara terang-terangan beroperasi di Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Masumai, lokasi yang ironisnya berjarak sangat dekat dari pusat Kota Bangko!

Tanpa rasa takut, seorang terduga pelaku bernama Nepal secara gamblang mengakui bahwa alat berat excavator merek Zoomlion yang tengah mengacak-acak tanah di kawasan tersebut adalah miliknya. Pengakuan mengejutkan ini ia sampaikan langsung melalui pesan singkat WhatsApp saat dikonfirmasi kabarupdate.id.

“Ya, yang bekerja di belakang SD Desa Salam Buku itu, alat berat jenis excavator merek Zoomlion itu milik saya,” tulis Nepal singkat, seolah tak menganggap hukum di negeri ini ada.

Baca Juga  Kapolres Merangin: “Dari Jalur Dua, Kejahatan Menyebar, Kita Putus Rantai Ini!”

Sikap percaya diri sang bos PETI yang merasa kebal hukum ini mendulang keresahan mendalam bagi warga setempat. Bagaimana tidak? Alat berat miliknya kini dilaporkan terus bergerilya, berpindah dari area belakang sekolah dasar hingga ke hilir jembatan penghubung Salam Buku Seberang.

Warga yang menyaksikan alamnya dirusak secara masif hanya bisa mengelus dada tanpa bisa berbuat banyak.

“Kami sebenarnya sudah sangat resah dengan aktivitas PETI itu. Tapi mau bagaimana lagi, kami tak punya wewenang untuk mencegahnya,” ungkap salah satu warga Salam Buku yang enggan disebutkan namanya demi keselamatan.

Kini, bola panas berada di tangan Aparat Penegak Hukum (APH). Warga menaruh harapan besar dan mendesak Kapolres Merangin untuk segera mengambil tindakan tegas. Hukum harus ditegakkan sebelum alam Merangin hancur total akibat ulah oknum penambang liar yang merasa bisa berdiri di atas aturan hukum Indonesia.

Baca Juga  PUMA Merangin Galang Dana untuk Korban Banjir Sumut–Sumbar–Aceh

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan