Geger! Oknum TNI Kodim Sarko Diduga Main PETI Pakai Alat Berat, Dibantah Sendiri Tapi Diakui Orang Dalam Camp!

Bangko, kabarupdate.id – Jagat media sosial dan masyarakat Kabupaten Merangin mendadak geger! Sebuah dugaan skandal besar yang melibatkan oknum aparat penegak pertahanan negara kini mencuat ke permukaan. Seorang oknum anggota TNI yang berdinas di Kodim 0420/Sarko, berinisial Bhr, diduga kuat menjadi aktor intelektual sekaligus pemilik alat berat yang memorak-porandakan bumi Dusun Bangko lewat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Bukan di dalam hutan belantara yang tersembunyi, aktivitas ilegal ini dengan berani diobok-obok di wilayah Jalur Dua Kodim, Kelurahan Dusun Bangko. Lokasi yang notabene sudah hampir merembet ke kawasan padat penduduk.

Jeritan dan kemarahan warga setempat pun pecah. Bagaimana tidak? Pihak yang seharusnya menjadi benteng pertahanan dan teladan dalam menegakkan hukum, justru diduga menjadi pihak yang paling depan merusak lingkungan demi pundi-pundi rupiah.

Baca Juga  PT Jebus Maju Tanam 200 Pohon, Komitmen Pulihkan Ekosistem dan Dukung Kehidupan Masyarakat

“Wilayah kami ini sudah habis, hancur akibat aktivitas PETI! Apalagi pelaku penambang emas tanpa izin ini tidak lain adalah oknum anggota TNI Kodim 0420/Sarko. Seharusnya mereka yang melarang masyarakat, ini malah mereka sendiri yang melakukan!” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, dengan nada geram.

Menurut sumber tersebut, oknum berinisial Bhr ini tidak main-main dalam menjalankan aksinya. Ia diduga mengerahkan “monster besi” berupa alat berat ekskavator merek Sany untuk mengeruk bumi Merangin secara brutal. “Hancur semua wilayah kami dibuat dia,” cetusnya.

Menariknya, drama penambangan emas ilegal ini diwarnai aksi saling silang informasi yang bikin geleng-geleng kepala. Saat dikonfirmasi terkait tuduhan miring tersebut, Bhr langsung melempar bantahan keras.

“Tidak ado sayo main PETI,” jawabnya singkat, mencoba meredam isu.

Baca Juga  Sekda Dipanggil, Mantan Pj Bupati Mangkir: Proyek Swakelola Jalan Merangin Disorot

Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Merasa ada yang tidak beres dengan bantahan singkat tersebut, tim media langsung melakukan investigasi kilat dan menggeruduk lokasi yang dimaksud warga. Di sana, sebuah fakta mengejutkan justru terkuak dari mulut orang dalam sendiri.

Saat tim media menanyakan kebenaran kepemilikan lahan dan alat berat di lokasi tersebut, seorang ibu yang bekerja sebagai tukang masak di camp PETI itu tanpa sengaja langsung “bernyanyi” dan membongkar kedok sang oknum.

“Ya benar, ini lokasi Pak Bhr (inisial), oknum anggota TNI Kodim Sarko,” cetus ibu tukang masak tersebut polos, tanpa menyadari ucapannya langsung meruntuhkan bantahan bosnya.

Kini, bola panas berada di tangan Aparat Penegak Hukum (APH). Masyarakat Dusun Bangko kini menantang keberanian Polres Merangin dan Polisi Militer (PM) untuk bertindak tegas tanpa tebang pilih.

Baca Juga  Babak Baru! Penyidik Beri Waktu Satu Pekan untuk Mediasi Kasus Dokter Sijunjung

Masyarakat mendesak agar oknum Bhr segera ditangkap dan diproses secara hukum sebelum kerusakan alam di Merangin semakin tidak tertolong dan memicu bencana yang lebih besar bagi warga sipil.

Hingga berita ini diturunkan, publik menunggu komitmen tegas dari Dandim 0420/Sarko dan Danpom terkait sanksi dan tindakan nyata terhadap oknum anggotanya yang diduga kuat “bermain api” di atas penderitaan rakyat dan kehancuran alam. Apakah hukum akan tajam ke bawah dan tumpul ke atas, ataukah sang oknum akan segera berbaju oranye? Kita kawal bersama!

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan