Aroma Amis Bisnis PETI di Muara Pangi: Oknum Sekdes Penyuplai Minyak, Rumah RT Jadi Gudang?

Bangko, kabarupdate.id — Borok dugaan keterlibatan aparat desa dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Muara Pangi, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, makin menyengat. Sungai Duo yang dulunya asri, kini dikabarkan rusak parah akibat ulah para penambang ilegal yang terkesan kebal hukum.

Keresahan warga yang sudah berada di puncaknya akhirnya membongkar dugaan kongkalikong kotor di balik mulusnya operasional PETI tersebut. Tak main-main, tuduhan serius mengarah langsung pada oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Muara Pangi berinisial VR, yang diduga kuat menjadi pengantar dan penyuplai BBM jenis minyak untuk mesin-mesin PETI di lokasi.

Praktik ini makin berani setelah warga membeberkan bahwa rumah Ketua RT setempat, J yang tidak lain adalah ayah kandung dari sang Sekdes, disinyalir dijadikan tempat pendaratan sekaligus gudang penyimpanan BBM ilegal tersebut.

Baca Juga  Merangin Fokus Empat Arah Pembangunan di 2026, Pj Bupati: Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

“Aktivitas PETI di desa kami sudah mulai membuat masyarakat resah. Kami warga tidak bisa berbuat apa-apa karena penyuplai minyaknya Sekretaris Desa atas nama Veri Reno. Rumah Pak Jamudin selaku RT dijadikan tempat penurunan minyak, dia bapaknya Veri Reno,” ungkap salah satu warga berinisial RJ dengan nada geram.

Dugaan keterlibatan oknum perangkat desa ini dinilai menjadi alasan kuat mengapa aktivitas tambang haram di Sungai Duo bisa melenggang bebas tanpa tersentuh hukum dalam waktu yang sangat lama. Lingkungan hancur, tetapi oknum pejabat desa diduga justru mengeruk keuntungan di atas penderitaan warganya sendiri.

Muak dengan pengrusakan lingkungan yang kian masif dan dugaan permainan di tingkat desa, warga Muara Pangi kini menyuarakan desakan keras kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Jajaran Kapolsek Lembah Masurai hingga Kapolres Merangin ditantang untuk membuktikan taringnya dengan menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu.

Baca Juga  Pj Bupati Merangin Jangcik Mohza Paparkan Capaian 100 Hari Kerja di Hadapan Kemendagri

“Kami masyarakat Desa Muara Pangi minta kepada APH, khususnya Kapolres Merangin, agar segera turun langsung menangkap pelaku PETI dan pengantar minyaknya, supaya kerusakan lingkungan tidak bertambah parah!” tegas RJ.

Kini, bola panas ada di tangan Polres Merangin. Akankah APH berani membongkar jaringan penyuplai BBM ilegal ini hingga ke akar-akarnya, atau suara jeritan warga Muara Pangi kembali menguap begitu saja?

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan