Bungkam Soal Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek, Disdikbud Merangin Bakal ‘Digeruduk’ Aksi AMBPM Jilid 2!

Bangko, kabarupdate.id – Bungkamnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin terkait skandal dugaan jual beli jabatan kepala sekolah tampaknya makin menyulut amarah publik. Sikap “cuci tangan” dan aksi gantung respons yang dipertontonkan jajaran Disdikbud kini berbuah aksi perlawanan gelombang kedua dari Aliansi Masyarakat Bersatu Peduli Merangin (AMBPM).

Tak main-main, AMBPM memastikan bakal kembali “menggeruduk” dan mengepung Kantor Disdikbud Merangin dalam Aksi Unjuk Rasa Damai Jilid 2 yang dijadwalkan meluncur pada Kamis (06/8). Langkah keras ini diambil setelah tenggat waktu deadline 7×24 jam yang dilayangkan lewat Surat Pernyataan Sikap resmi pada 9 Juli lalu sama sekali tak digubris oleh pejabat dinas.

Sikap membisu dinas seolah menjadi bahan bakar yang mempertegas kecurigaan publik, apakah Disdikbud Merangin memang sengaja memelihara dan melindungi gurita mafia jabatan di Negeri Tali Undang Tambang Teliti?

Baca Juga  Pj Bupati Jangcik Mohza Temui Nakes Demo di DPRD: “Kami Ikut Menangis, Solusi Akan Kita Cari Bersama!”

Penanggung Jawab Aksi AMBPM Gondo Irawan menegaskan, ketiadaan iktikad baik dari Disdikbud untuk memberikan klarifikasi secara terbuka dan transparan membuat jalanan menjadi satu-satunya ruang yang tersisa untuk menagih keadilan.

“Kami sudah memberikan waktu dan ruang yang sangat cukup untuk klarifikasi secara terbuka. Namun karena tidak ada jawaban dan terkesan meremehkan, maka kami gunakan hak konstitusional kami untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” tegas Gondo dengan nada berapi-api.

Dalam aksi unjuk rasa jilid kedua ini, AMBPM mengusung empat tuntutan krusial yang dipastikan bakal membuat ‘mulas’ para oknum pejabat Disdikbud:

  1. Mendesak Kadisdikbud Merangin membongkar dan menyelesaikan skandal dugaan jual beli jabatan kepala sekolah secara transparan di hadapan publik tanpa ada yang ditutup-tutupi.
  2. Mendorong Kadisdikbud segera melaporkan oknum-oknum yang terlibat dalam rantai ‘bisnis’ jabatan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) sekaligus mencopotnya secara tidak hormat dari jabatan.
  3. Menyerahkan dokumen dan informasi tambahan langsung ke Polres Merangin guna mengunci pergerakan mafia jabatan di lingkungan Disdikbud.
  4. Menolak keras segelintir oknum yang menjadikan marwah pendidikan Kabupaten Merangin sebagai komoditas dagangan berbayar.
Baca Juga  Limbah & Asap PT KDA Bikin Resah, DPRD Merangin Turun ke Lapangan!

Aksi yang akan dipusatkan di Tugu Adipura depan Taman 3 Miliar Bangko sebelum meluncur ke Kantor Disdikbud ini diklaim bakal dikawal ketat oleh Polres Merangin untuk memastikan situasi tetap kondusif. AMBPM berikrar aksi akan berlangsung damai, namun tetap menohok dan tanpa kompromi.

“Tujuan kami hanya satu, yaitu menyelamatkan marwah pendidikan Merangin dari praktik-praktik kotor oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Gondo.

Publik Merangin kini menantikan, apakah penggerudukan Jilid 2 ini sanggup memaksa Kadisdikbud keluar dari ‘zona nyamannya’, ataukah Disdikbud akan terus bersembunyi di balik benteng pembungkaman?

reporter: Midun

Tinggalkan Balasan