Bukannya Tindak Sekdes Penyuplai Minyak PETI, Kades Muara Pangi Malah Beri Jawaban ‘Enteng’!

Bangko, kabarupdate.id — Dugaan skandal keterlibatan perangkat desa dalam jaringan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Muara Pangi, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, kian memanas. Setelah borok oknum Sekretaris Desa (Sekdes) berinisial VR yang diduga kuat menjadi penyuplai BBM ilegal dibongkar warga, kini giliran tanggapan sang Kepala Desa (Kades) yang memantik emosi publik.

Bukannya mengambil tindakan tegas atau pasang badan membela lingkungan desa yang rusak parah, Kades Muara Pangi Arpis Subrata justru terkesan lempar batu sembunyi tangan. Saat dikonfirmasi kabarupdate.id melalui pesan WhatsApp terkait dugaan keterlibatan anak buahnya, Arpis memberikan respons dingin yang mengelus dada.

“Kalau kato pepatah adat kami, keruh aek di muaro tengok ke ulu,” tulisnya singkat tanpa beban.

Baca Juga  Keren, Kadis LH Merangin “Turun Tangan” Bersihkan Sampah di Pasar Baru

Jawaban ‘enteng’ ini seolah menyiratkan bahwa praktik ilegal di wilayahnya adalah hal lumrah, sekaligus mengindikasikan adanya kekuatan atau dalang yang lebih besar di tingkat atas (“Ulu”). Alih-alih merasa prihatin atas kehancuran Sungai Duo dan penderitaan warga, sikap santai Kades ini justru makin menguatkan dugaan adanya pembiaran terstruktur di tingkat pemerintahan desa.

Sikap apatis pucuk pimpinan desa tersebut kian membakar amarah warga. Masyarakat yang sudah muak melihat alamnya dirusak kini hanya bisa menggantungkan harapan terakhir kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Warga mendesak Kapolres Merangin dan jajaran untuk tidak ragu membongkar jaringan penyuplai BBM PETI ini hingga ke akar-akarnya, tanpa terpengaruh oleh permainan ‘pepatah’ dan lempar tanggung jawab pejabat lokal.

Bola panas kini berada di tangan APH. Akankah ketegasan hukum mampu menembus tembok ‘kebal’ para oknum desa, atau jeritan warga Muara Pangi kembali menguap di tengah permainan para petinggi?

Baca Juga  Buronan Pencuri Kerbau di Tabir Merangin Ditangkap Polisi

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan