Hanya 5 Km dari Pusat Kota, Desa Kungkai Malah ‘Dianaktirikan’ Pemkab Merangin Selama 15 Tahun!

Bangko, kabarupdate.id – Jarak rupanya bukan jaminan mendapat perhatian. Tengok saja nasib malang yang menimpa Desa Kungkai, Kecamatan Bangko. Meski posisinya sangat seksi, hanya berjarak 5 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Merangin, desa ini justru diperlakukan bak “anak tiri” yang dibuang dan dilupakan oleh pemerintah daerah selama 15 tahun lamanya!

Sangat tidak masuk akal melihat bagaimana sebuah desa yang berada di lingkaran ibu kota, sekaligus menyandang status sebagai salah satu desa terpadat penduduknya, dibiarkan terisolir. Akses jalan alternatif yang saban hari dilewati ribuan warga kondisinya hancur lebur, hancur minah, mirip jalur tak berpenghuni yang luput dari peradaban modern.

Padahal, Desa Kungkai adalah salah satu “pemasok” urat nadi ekonomi Kota Bangko. Mulai dari aparatur sipil negara (PNS), pedagang pasar, tukang ojek, hingga buruh harian asal desa ini setiap hari melewati jalanan yang berlubang penuh pecahan batu tajam tersebut.

Baca Juga  Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Boroknya komitmen Pemkab Merangin ini dikuliti habis-habisan oleh Rafles, warga setempat yang sudah kenyang memakan janji manis pemerintah. Dengan nada sarkas dan penuh amarah, ia mempertanyakan hati nurani para pejabat daerah.

“Jalan desa kami ini tidak pernah dibenahi! Aspalnya sudah hancur, pecah, dan berlubang di mana-mana. Pemerintah daerah seolah tutup mata, sudah ada sekitar 15 tahun kondisi jalan kami dibiarkan membusuk seperti ini. Padahal desa kami ini nempel dengan Kota Bangko, tapi kenapa perbaikan jalan sama sekali tidak pernah menyentuh kampung kami?” cecar Rafles meradang.

Merasa hak-haknya sebagai pembayar pajak dirampas oleh ketidakpedulian birokrasi, Rafles secara provokatif langsung menembak pucuk pimpinan Kabupaten Merangin.

“Kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Merangin, tolong buka mata bapak! Benahi jalan di desa kami, pak. Kami ini juga rakyat Merangin, bukan warga asing! Desa kami berada di Kecamatan Bangko, sejengkal dari kantor bapak, tapi kenapa kami dibuat seolah-olah terisolir? Di mana keadilan untuk Desa Kungkai?!” pungkasnya dengan nada menantang.

Baca Juga  Antisipasi Kebakaran Jelang Lebaran, Polsek Lembah Masurai Koordinasi Siaga dengan Damkar

Ironi kelam ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Merangin. Di saat anggaran daerah digelontorkan untuk proyek-proyek seremonial di pusat kota, masyarakat Desa Kungkai justru harus mengemis selama belasan tahun hanya untuk mendapatkan hak dasar berupa aspal yang layak.

Jika dalam waktu dekat Pemkab Merangin masih memilih untuk ‘tidur nyenyak’ dan terus menganaktirikan desa padat penduduk ini, jangan salahkan jika warga Kungkai memilih cara mereka sendiri untuk menjemput keadilan!

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan

Artikel Selanjutnya