Bangko, kabarupdate.id — Kabar duka menyelimuti Kabupaten Merangin. Muhammad Yani, sosok penting di berbagai organisasi dan dunia politik daerah, meninggal dunia pada Kamis malam (15/1) sekitar pukul 23.40 WIB di Rumah Sakit Golden Medika, Sarolangun.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Merangin, tempat ia menjabat sebagai sekretaris, serta keluarga besar Partai NasDem Kabupaten Merangin, partai yang telah lama ia besarkan sejak awal keikutsertaannya dalam pemilu.
Semasa hidupnya, Yani dikenal sebagai kader militan dan pekerja keras. Ia pernah dipercaya memimpin DPD Partai NasDem Merangin dan menjadi bagian penting dari perjalanan partai tersebut. Di bawah kepemimpinannya, NasDem Merangin akhirnya berhasil menunjukkan kebangkitan dengan peningkatan perolehan kursi signifikan DPRD pada Pemilu 2024.
Selain aktif di partai politik, almarhum juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Merangin. Perannya di berbagai organisasi menunjukkan konsistensinya dalam membangun jejaring kepemudaan, sosial, dan politik di daerah.
Selama menjabat sebagai anggota DPRD Merangin, Yani dikenal sebagai legislator yang vokal dan kritis. Sikapnya yang tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat kerap menghiasi pemberitaan media lokal di Merangin. Ia tidak segan menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, baik melalui forum resmi dewan maupun pernyataan terbuka kepada pers.
Rekan-rekan seperjuangan mengenal Yani sebagai pribadi yang sederhana, loyal, dan tidak pernah meninggalkan tanggung jawab, meski harus melewati berbagai fase jatuh bangun dalam perjalanan politiknya. Dedikasinya sejak usia muda membuat namanya cukup dikenal di kalangan aktivis, politisi, dan tokoh masyarakat Merangin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum mengembuskan napas terakhir, Yani diduga mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Sarolangun, tepatnya di ruas jalan sebelum gapura Kota Sarolangun. Dalam peristiwa tersebut, kendaraan yang ditumpangi almarhum diduga terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil angkutan batu bara. Usai kejadian, almarhum segera dilarikan ke Rumah Sakit Golden Medika Sarolangun untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kecelakaan tersebut, termasuk penyebab dan pihak-pihak yang terlibat.
Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, tanah kelahirannya. Ungkapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan, baik dari organisasi, partai politik, maupun masyarakat luas.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum Muhammad Yani mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian doa yang disampaikan para sahabat dan kolega almarhum.
reporter: Rhomadan Cerbitakasa












