Jambi, kabarupdate.id – Di tengah riuh dinamika suksesi Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Jambi, satu nama mulai disebut dengan nada yang berbeda, yakni Hasren Purja Sakti.
Bukan sekadar muncul, namanya kini masuk bursa serius. Sejajar dengan figur internal dan eksternal lain dalam proses penjaringan kepemimpinan Perindo Jambi periode 2026–2031.
Anggota DPRD Merangin termuda periode pertamanya pada 2019-2024 ini tidak datang dari ruang kosong. Ia tumbuh dari proses panjang sebagai kader, menjalani politik dari bawah, dan membangun reputasi lewat kerja lapangan. Itulah sebabnya, ketika konsolidasi internal Perindo Jambi digelar dan lima nama mengemuka, Hasren bukan kejutan, melainkan kelanjutan dari sebuah perjalanan.
Politik yang Bertumbuh dari Lapangan
BAGI sebagian kader, Hasren dikenal sebagai sosok yang tidak banyak berbicara soal posisi, tetapi konsisten hadir dalam kerja-kerja partai dan aktivitas sosial. Di daerah pemilihannya, ia kerap disebut sebagai figur yang mudah ditemui, terbuka berdialog, dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
Pendekatan itu pula yang membentuk citranya di internal Perindo Jambi. Hasren dinilai memahami denyut organisasi bukan hanya dari rapat struktural, tetapi dari realitas kader di tingkat bawah. Sebuah modal penting di tengah kebutuhan partai untuk memperkuat mesin hingga ke akar rumput menjelang Pemilu 2029.
“Perindo harus tetap menjadi rumah bersama,” ujar legislator muda yang menjalani periode keduanya ini ketika dimintai tanggapan soal masuknya namanya dalam bursa calon Ketua DPW. Baginya, jabatan bukan tujuan utama, melainkan konsekuensi dari kepercayaan.
Menyikapi Bursa dengan Sikap Tenang
MENARIKNYA, Hasren memilih merespons dinamika pencalonan dengan nada tenang. Ia tidak terburu-buru berbicara soal peluang atau persaingan. Sikap ini justru memperkuat kesan bahwa dirinya memandang proses internal partai sebagai sesuatu yang harus dijalani secara dewasa dan kolektif.
“Saya menghormati mekanisme partai. Apa pun keputusannya nanti, yang terpenting Perindo Jambi tetap solid,” kata mantan jurnalis ini.
Sikap tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang inklusif, tidak konfrontatif, tetapi juga tidak pasif. Di tengah munculnya figur-figur eksternal dan internal lain, Hasren memposisikan diri sebagai kader yang siap diberi amanah, tanpa memaksakan diri.
Momentum Regenerasi Perindo Jambi
MASUKNYA dewan vokal di Merangin ini ke bursa serius juga dibaca sebagai sinyal kuat bahwa Perindo Jambi tengah berada dalam fase regenerasi. Kebutuhan akan pemimpin yang memahami struktur, memiliki basis sosial, dan mampu mengonsolidasikan kader lintas daerah menjadi semakin relevan.
Hasren sendiri menyadari tantangan tersebut. Menurutnya, Ketua DPW ke depan bukan hanya simbol organisasi, tetapi penggerak yang mampu memastikan partai bekerja nyata di tengah masyarakat.
“DPW harus mampu menghidupkan struktur sampai ke tingkat paling bawah. Tanpa itu, partai akan sulit bergerak maksimal,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kepemimpinan baginya bukan soal dominasi, melainkan orkestrasi, menyatukan banyak elemen agar bergerak seirama.
Menunggu Arah, Menjaga Kebersamaan
KINI, seluruh nama yang mencuat, termasuk Hasren Purja Sakti, akan dibawa ke Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Perindo untuk diputuskan oleh DPP. Proses tersebut menjadi penentu arah kepemimpinan Perindo Jambi ke depan.
Namun bagi Hasren, apa pun hasilnya nanti, satu hal tidak berubah, ia berkomitmen untuk tetap berada di dalam barisan.
“Siapa pun yang dipercaya memimpin DPW nantinya, tugas kita sama. Membesarkan Perindo dan menghadirkan politik yang bermanfaat bagi rakyat,” tegas mantan aktivis ini.
Di titik inilah Hasren Purja Sakti menjadi menarik. Ia bukan hanya kandidat, tetapi representasi kader yang bertumbuh bersama partai. Dan ketika namanya kini masuk bursa serius Ketua DPW Perindo Jambi, itu bukan sekadar tentang posisi, melainkan tentang momentum.
reporter: Rhomadan Cerbitakasa







