SPPG Pasar Masurai 2 Stop MBG Gegara Viral? Ketua HMD Gemas Merangin: Kritik Harus Jadi Bahan Evaluasi, Bukan Alasan Menyerah

Bangko, kabarupdate.id – Polemik penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Desa Rantau Jering dan Desa Muara Lengayo, Kecamatan Lembah Masurai, terus menuai sorotan. Setelah beredar pesan WhatsApp dari pihak SPPG Pasar Masurai 2 yang menyebut salah satu alasan penghentian distribusi adalah karena persoalan yang “viral”, kini kritik datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Dapur Generasi Emas (DPD HMD Gemas) Kabupaten Merangin, Isnedi.

Isnedi mengaku sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh mitra SPPG Pasar Masurai 2. Menurutnya, kritik dan sorotan publik seharusnya dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki pelayanan, bukan justru menjadi alasan untuk menghentikan distribusi makanan bergizi kepada para siswa.

“Itu bukanlah sikap seorang pemimpin. Seharusnya dengan adanya kritikan seperti itu bisa dijadikan motivasi untuk lebih baik dari sebelumnya. Kritik itu bahan evaluasi, bukan alasan untuk menyerah,” ujar Isnedi saat dihubungi kabarupdate.id, Selasa (04/8).

Baca Juga  Ketua APKASINDO Murka: Izin PT CBM Segunung, Lahan Mangkrak! Cabut Saja IUP-nya!

Menurut Isnedi, sebagai mitra pelaksana MBG di wilayah tersebut, Emi Suryani memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan berjalan optimal. Ia menilai langkah yang tepat bukan menghentikan distribusi, melainkan melakukan pembinaan dan tindakan tegas terhadap pihak yang lalai.

Ia menyinggung insiden keterlambatan distribusi MBG ke SD Negeri 111/VI Rantau Jering yang sebelumnya baru tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Menurutnya, apabila memang terjadi kelalaian dari pihak dapur atau petugas distribusi, maka hal itu harus diselesaikan melalui evaluasi internal.

“Selaku mitra MBG di wilayah sana, Ibu Emi seharusnya tegas memberi peringatan kepada kepala MBG yang mengantar jam tiga sore itu. Jangan malah menyerah dengan keadaan,” tegasnya.

Isnedi juga menilai alasan kondisi jalan tidak bisa dijadikan pembenaran apabila masih ada solusi yang dapat ditempuh. Menurutnya, pengelola dapat menyesuaikan armada operasional dengan kondisi medan agar distribusi tetap berjalan.

Baca Juga  DPRD Minta Pemkab Merangin Dengarkan Suara Masyarakat dalam R-APBD 2026

“Kalau memang kendalanya jalan, kepala MBG bisa menggunakan armada yang sesuai dengan kondisi jalan di sana. Kalau memang tidak mampu menjalankan tugasnya, ya lakukan evaluasi. Yang paling penting pelayanan kepada anak-anak jangan sampai terhenti,” katanya.

Lebih lanjut, Isnedi mengingatkan agar persoalan yang terjadi di satu dapur MBG tidak sampai mencoreng pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Merangin secara keseluruhan.

“Seharusnya Ibu Emi mengambil tindakan tegas. Jangan hanya karena masalah di salah satu MBG di wilayahnya, akhirnya semua ikut dipandang buruk di Kabupaten Merangin ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, polemik mencuat setelah distribusi MBG ke SD Negeri 111/VI Rantau Jering terlambat hingga sore hari. Dalam pesan WhatsApp yang diterima pihak sekolah, SPPG Pasar Masurai 2 kemudian menyampaikan penghentian sementara distribusi ke wilayah 3T, termasuk Rantau Jering dan Muara Lengayo. Dalam pesan tersebut disebutkan beberapa alasan, antara lain persoalan yang telah menjadi viral, rencana pembangunan dapur 3T, kendala jalan saat hujan, serta pertimbangan jarak distribusi.

Baca Juga  Edi Purwanto Serap Aspirasi Warga Sungai Merah Lewat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak SPPG Pasar Masurai 2 maupun mitra pengelola terkait kapan distribusi MBG ke dua desa tersebut akan kembali dilaksanakan.

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan