Bangko, kabarupdate.id — Dugaan proyek siluman pada pekerjaan titik tertentu ruas jalan Pulau Rengas–Jangkat, Kabupaten Merangin, mulai memunculkan sorotan dari berbagai pihak. Selain dipertanyakan dari sisi transparansi, proyek yang disebut tidak memasang papan informasi itu juga dinilai berpotensi menyalahi aturan administrasi dalam pelaksanaan pekerjaan pemerintah.
Sejumlah warga mempertanyakan alasan tidak adanya papan proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi merupakan bagian penting yang wajib dipasang guna memberikan keterbukaan kepada publik terkait sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana kegiatan, hingga waktu pengerjaan.
“Kalau memang proyek resmi pemerintah, seharusnya terbuka. Jangan masyarakat dibuat bertanya-tanya,” ujar Kandar, warga Muara Siau, Rabu (20/5).
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pekerjaan jalan masih berlangsung di sejumlah titik. Material batu dan alat kerja terlihat berada di lokasi, namun tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan infrastruktur pemerintah.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan publik mengenai legalitas dan mekanisme pelaksanaan proyek. Sejumlah pihak menilai, ketiadaan informasi proyek dapat dikategorikan sebagai bentuk minimnya keterbukaan publik dalam penggunaan anggaran negara.
Pengamat kebijakan publik daerah menilai, setiap proyek pemerintah pada prinsipnya wajib mengedepankan transparansi. Hal itu penting agar masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan mutu pekerjaan di lapangan.
“Papan proyek bukan sekadar formalitas. Itu bagian dari hak publik untuk mengetahui kegiatan yang menggunakan uang negara,” ujar Roni.
Ia menambahkan, apabila benar proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah namun tidak dilengkapi informasi yang jelas, maka hal itu berpotensi menjadi pelanggaran administratif dan perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi berwenang terkait pekerjaan jalan Pulau Rengas–Jangkat tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memastikan status proyek, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu.
Di media sosial, polemik proyek tersebut juga mulai ramai diperbincangkan. Sebagian warga mendukung pembangunan jalan, namun meminta pemerintah tetap terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan dugaan negatif maupun spekulasi liar di tengah publik.
reporter: Rhomadan Cerbitakasa










