Banjir dan Longsor Terjang Rantau Jering, Warga Kini Kesulitan Air Bersih

Bangko, kabarupdate.id – Bencana datang beruntun ke Desa Rantau Jering, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore (26/4) memicu banjir akibat meluapnya Sungai Batang Tembesi, disusul longsor yang memutus akses jalan desa. Kini, warga harus menghadapi kenyataan pahit, kesulitan mendapatkan air bersih.

Peristiwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Warga yang melihat air sungai mulai meluap dan masuk ke permukiman dengan ketinggian setara lutut orang dewasa, langsung berinisiatif mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, kondisi terus memburuk.

Sekitar pukul 20.00 WIB, ketinggian air meningkat drastis hingga mencapai 1,5 meter. Puluhan rumah warga terendam, sementara sedikitnya empat rumah mengalami kerusakan berat setelah dihantam derasnya arus banjir.

Baca Juga  Tragedi di Koto Rami: Cekcok Rumah Tangga Berujung Maut, Suami Habisi Istri di Kebun Kopi

Tak hanya itu, hujan deras juga memicu longsor di jalur utama yang menghubungkan Desa Rantau Jering dengan pusat Kecamatan Lembah Masurai. Material tanah sepanjang sekitar 15 meter dengan ketinggian mencapai 5 meter menutup total akses jalan, membuat desa tersebut terisolasi.

Kondisi semakin memprihatinkan ketika sebuah mobil ambulans yang hendak membawa warga sakit terjebak dan tidak dapat melintas akibat jalan yang tertutup longsor. Situasi ini memperparah kesulitan warga dalam mendapatkan layanan darurat.

Kepala Desa Rantau Jering Parmil mengatakan, bencana yang terjadi kali ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, selain merendam permukiman, banjir dan longsor juga menghancurkan fasilitas vital warga.

Ia juga menyoroti dampak serius terhadap kebutuhan dasar warga, terutama air bersih yang kini tidak lagi dapat diakses.

Baca Juga  Reses di Bungo, Edi Purwanto Tinjau Longsor Tebing Lubuk Landai, Siapkan Anggaran Rp18 Miliar

“Saat ini yang paling mendesak adalah air bersih. Fasilitas yang ada rusak total, warga kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk minum,” tambahnya.

Parmil berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan darurat, termasuk penanganan akses jalan yang tertutup longsor serta distribusi air bersih bagi warga terdampak.

“Kami sangat berharap ada penanganan cepat, terutama pembukaan akses jalan dan bantuan air bersih. Kondisi warga saat ini sangat membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Hingga kini, warga Desa Rantau Jering masih bertahan di tengah keterbatasan, menunggu bantuan datang di tengah situasi darurat yang belum sepenuhnya pulih.

reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Tinggalkan Balasan