Sorotan Publik Menguat, Direktur RSUD Sijunjung Pilih Serahkan Kasus ke Polisi

Sijunjung, kabarupdate.id – Tekanan publik terhadap penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum dokter RSUD Sijunjung terus meningkat. Di tengah derasnya perhatian masyarakat, sikap institusi rumah sakit yang memilih menyerahkan sepenuhnya perkara ini ke aparat penegak hukum ikut menjadi sorotan.

Direktur RSUD Sijunjung Reyantis, saat dikonfirmasi pada Senin (05/4), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengomentari lebih jauh terkait kasus tersebut.

“Tidak bisa saya komentari karena kejadiannya di luar lingkungan rumah sakit dan tidak berhubungan dengan pelayanan rumah sakit. Kita hormati proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Pernyataan ini memicu perdebatan di tengah masyarakat. Di satu sisi, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak mencampuri proses hukum. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai tanggung jawab moral dan etik institusi terhadap perilaku oknum tenaga medisnya di ruang publik.

Baca Juga  Tanggapi Aksi Warga Tambang Baru, Ini Respon PT AIP

Sejumlah kalangan menilai bahwa profesi dokter tidak hanya terikat pada aturan di dalam fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kode etik profesi yang menuntut sikap menjunjung tinggi kemanusiaan dan pengendalian diri dalam setiap situasi.

“Profesi dokter itu melekat 24 jam, bukan hanya saat bertugas. Ada standar etik yang tetap harus dijaga, bahkan di luar rumah sakit,” ujar Rayhan, salah satu warga yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah seorang warga berinisial AQ (29) melaporkan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum dokter RSUD Sijunjung berinisial MF. Insiden itu disebut terjadi pada Kamis (01/5) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Sijunjung.

Dalam keterangannya, AQ mengaku peristiwa bermula dari cekcok yang kemudian memanas hingga diduga berujung pada pemukulan. Tak terima dengan kejadian tersebut, ia melaporkan peristiwa itu ke Polres Sijunjung.

Baca Juga  Kapolres Merangin: “Dari Jalur Dua, Kejahatan Menyebar, Kita Putus Rantai Ini!”

“Awalnya cuma cekcok biasa, tapi tiba-tiba situasinya memanas dan saya dipukul. Saya kaget, tidak menyangka akan sampai seperti ini,” ungkap AQ.

Pihak kepolisian telah memastikan laporan tersebut diterima dan kini tengah dalam proses penyelidikan.

Di tengah proses hukum yang berjalan, publik kini tidak hanya menunggu hasil penyelidikan, tetapi juga sikap tegas dari institusi terkait dalam menjaga marwah profesi. Apakah akan ada langkah etik internal, atau sepenuhnya diserahkan pada proses hukum, menjadi pertanyaan yang terus bergulir.

Kasus ini menjadi cermin bahwa kepercayaan publik terhadap profesi tenaga medis tidak hanya ditentukan oleh pelayanan di rumah sakit, tetapi juga oleh integritas personal di ruang sosial. Transparansi dan akuntabilitas pun dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Baca Juga  Tak Terima Dipukul? Warga Resmi Laporkan Oknum Dokter RSUD Sijunjung ke Polisi

reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Tinggalkan Balasan