Adu Kuat Parlemen vs Eksekutif: DPRD Merangin Rekrut Eks Pimpinan, Istana Kebakaran Jenggot Karena Takut Dikuliti?

Bangko, kabarupdate.id – Peta politik di Kabupaten Merangin mendadak memanas dan memasuki babak baru. Hubungan antara legislatif (DPRD) dan eksekutif (Pemerintah Kabupaten) kini dikabarkan suhunya meningkat akibat sebuah manuver politik yang mengejutkan.

Pemicunya tak lain adalah keputusan pimpinan DPRD Merangin yang bakal merekrut dua mantan pimpinan dewan senior sebagai Tenaga Ahli (TA). Langkah berani ini sontak memicu spekulasi liar dan rumor bahwa pihak “istana” (Kantor Bupati) kini tengah kebakaran jenggot.

Dua nama besar yang kembali ke panggung parlemen tersebut adalah Zainul Arfan (Ketua DPRD Merangin periode 2009–2014) dan Isnedi (Mantan Wakil Ketua I DPRD Merangin). Meski rekrutmen ini sempat diterpa isu miring dari akun-akun anonim di media sosial terkait rekam jejak hukum masa lalu mereka, DPRD Merangin tampaknya bergeming dan tetap melaju.

Baca Juga  Merangin Geger! Guru Dipukul di Sekolah, PGRI Siap Lawan Sampai Akhir

Mengapa Pihak Eksekutif Disebut Ketakutan?

MASUKNYA Zainul Arfan dan Isnedi ke lingkaran dalam parlemen dipandang bukan sekadar pengisian jabatan kosong. Sebagai mantan pimpinan yang sangat paham seluk-beluk anggaran, regulasi, dan “dapur” pemerintahan Merangin, kehadiran mereka dianggap sebagai ancaman nyata bagi kenyamanan pihak eksekutif.

Pengamat politik lokal menilai, kembalinya para “singa tua” ini ke dalam sistem akan memperkuat fungsi pengawasan DPRD secara drastis.

“Mereka bukan tenaga ahli kemarin sore. Mereka tahu persis di mana celah-celah program kerja, kelemahan birokrasi, hingga ke mana aliran anggaran daerah bermuara. Wajar saja jika pihak eksekutif ketar-ketir dan kebakaran jenggot,” ujar Ali yang tak lain juga sosok akademisi ini.

Potensi “Dikuliti” Habis-habisan

DENGAN fungsi pengawasan yang semakin tajam, kebijakan-kebijakan strategis Pemkab Merangin ke depan diprediksi bakal disorot dengan lensa mikroskopis. Dokumen anggaran, proyek infrastruktur, hingga realisasi program daerah terancam “dikuliti” habis-habisan oleh analisis tajam kedua tenaga ahli baru ini.

Baca Juga  Sudirman Tidak Setuju Dibangun Islamic Center dan Sport Center di Jambi

Publik kini menanti, apakah rekrutmen ini murni untuk meningkatkan kinerja check and balances di parlemen, ataukah merupakan bagian dari strategi “psywar” (perang urat syaraf) dalam adu kuat pengaruh antara Parlemen Merangin vs Eksekutif.

Satu hal yang pasti, tensi politik di Merangin dipastikan bakal jauh lebih panas dalam beberapa waktu ke depan!

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan