Viral! Mad Sholeh Akui Chat WhatsApp, Minta Maaf Usai Seret Nama Kapolsek Bangko

Bangko, kabarupdate.id – Polemik yang sempat menghebohkan warga Desa Sungai Kapas, Kecamatan Bangko, Merangin, akhirnya memasuki babak baru. Sosok Mad Sholeh yang diduga sebagai pengirim pesan viral di grup WhatsApp warga akhirnya mengakui bahwa chat yang beredar luas di media sosial tersebut memang ditulis olehnya.

Namun, di balik pengakuan itu, Mad Sholeh mengaku kecewa lantaran ada anggota grup yang mengambil tangkapan layar (screenshot) percakapan dan menyebarkannya ke publik hingga menjadi viral.

“Betul itu chat saya, tapi tolong nanti di pemberitaannya yang berimbang. Saya keberatan, siapa yang melakukan screenshot itu. Artinya di dalam grup kami ada yang bermuka dua,” ujar Mad Sholeh.

Kasus ini mencuat setelah isi percakapan dalam grup WhatsApp Warga Sungai Kapas tersebar luas. Dalam pesan tersebut, Mad Sholeh mengajak warga tetap solid untuk mendorong agar Saliman, yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Desa Sungai Kapas, diturunkan dari jabatannya.

Baca Juga  Dugaan Jabatan Berbayar di Merangin: F-BPM, Kabid Dikdas Bukan Pemain Tunggal?

Tak hanya itu, dalam chat yang beredar, Mad Sholeh juga menuliskan bahwa dirinya telah dihubungi oleh seorang Kanit Polsek Bangko atas arahan Kapolsek Bangko terkait pembatalan undangan dari BPD.

Bahkan, ia juga menuliskan narasi bahwa Kapolsek Bangko disebut telah menemukan adanya unsur pidana dalam laporan APBDes dan akan membantu membawa persoalan tersebut ke ranah tindak pidana korupsi (Tipikor).

Pernyataan itulah yang kemudian menjadi sorotan publik karena menyeret nama Kapolsek Bangko IPTU Adri Sukam.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Adri membantah isi pesan yang beredar tersebut. Menurutnya, informasi yang disampaikan dalam chat WhatsApp itu tidak sesuai dengan fakta.

“Waktu itu kami hanya diminta melakukan pengamanan pertemuan warga. Kami juga sempat menyarankan agar pertemuan dilaksanakan di kantor camat. Namun karena Kades Saliman sudah berjanji kepada masyarakat, akhirnya pertemuan tetap dilakukan di balai desa,” jelas Adri.

Baca Juga  Kapolsek Tabir Selatan Turun Langsung Bantu Lansia Sakit Diabetes di Muara Delang

Kapolsek juga menegaskan bahwa dirinya telah memanggil Mad Sholeh untuk meminta klarifikasi terkait isi percakapan yang viral tersebut.

Menurut Adri, Mad Sholeh telah mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf atas isi chat yang menyeret nama dirinya.

“Terkait isi chat di grup WhatsApp Warga Sungai Kapas itu, Mad Sholeh sudah mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf atas apa yang dituliskan di grup tersebut,” tegas Kapolsek.

Sebelumnya, isi chat Mad Sholeh yang beredar memuat ajakan kepada warga agar tetap berkumpul, mengumpulkan tanda tangan, serta terus berupaya menurunkan Kepala Desa Saliman dari jabatannya. Chat tersebut juga memuat klaim bahwa Kapolsek telah menemukan unsur pidana dalam laporan APBDes dan akan membawa persoalan itu ke Tipikor.

Namun, klaim tersebut telah dibantah langsung oleh Kapolsek Bangko yang menyatakan bahwa informasi dalam pesan tersebut tidak benar.

Baca Juga  70 Warga Eksodus Diusir Massa di Renah Alai: Diduga Langgar Adat dan Buka Lahan TNKS

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan