Dari Salah Jalan ke Salah Kabar: Wabup Khafid Jadi Korban Klaim Dapur MBG Elviana?

Bangko, kabarupdate.id – Drama “Dapur MBG Elviana” makin panas. Setelah ramai disebut-sebut meninjau dan menilai “layak” dapur bergizi milik anggota DPD RI, kini muncul versi mengejutkan dari Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein.

Ternyata, Wabup mengaku tak pernah menilai kelayakan apapun, bahkan sempat “tersesat” ikut rombongan tanpa tahu tujuan aslinya!

Baca Juga: Program Bergizi, Tapi Minim Etika: Dapur MBG Elviana Tak Pernah Lapor Desa

Baca Juga: Proyek Bergizi yang Minim Empati? Dapur MBG di Zahdan Residence Dipertanyakan

“Awalnya saya kira mau ke SPPG milik Ahmad Fahmi atau Isnedi, eh… ternyata belok ke arah lain. Saya sendiri kaget,” ujar Khafid saat diwawancarai awak media, Sabtu (18/10).

Khafid menuturkan, dirinya hanya diminta mendampingi Elviana selaku anggota DPD dalam kunjungan ke lokasi dapur SPPG (Sentra Pangan dan Pemberdayaan Gizi) di Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan.

Baca Juga  Di Tengah Bencana, Kapolres Merangin Tampil Terdepan, Bupati Hanya Instruksikan Tim

Namun, arah perjalanan justru membuatnya bingung, bukan menuju lokasi yang biasanya menjadi titik koordinasi tim Satgas SPPG.

Baca Juga: Listrik Padam Seharian di Lembah Masurai, Warga Geram: “Jangan Pancing Kami Demo!

“Saya pikir ini kunjungan resmi yang sudah terjadwal. Tapi ternyata bukan lokasi yang saya duga. Jadi ya ikut aja, karena sudah di jalan,” ungkapnya, seolah ingin menunjukkan bahwa ia tak punya kendali penuh atas agenda itu.

Yang lebih menarik, ketika sejumlah media menulis bahwa Khafid “menyatakan dapur itu layak”, ia langsung membantah keras.

“Ndak ah. Layak atau tidak layak itu bukan kewenangan saya. Itu urusan pusat,” tegasnya.

Baca Juga: Kabag SDM, dan Kasat Reskrim Polres Merangin Resmi Berganti

Khafid bahkan menilai dirinya bisa jadi “korban salah tafsir” atau bahkan “korban pencatutan klaim” dari pihak yang ingin membangun citra positif Dapur MBG.

Baca Juga  Bukan Sekadar Patroli, Polsek Tabir Selatan Datangi Rumah Warga, Dengarkan Keluhan dan Bantu Obat

“Saya tau dirilah. Saya juga bukan Satgas. Saya hanya mendampingi, bukan menilai,” katanya menutup pembicaraan.

Sementara itu, di tengah klarifikasi tersebut, publik mulai bertanya-tanya, apakah Dapur MBG memang layak secara standar nasional, atau hanya layak di atas kertas pemberitaan?

Baca Juga: Jaringan Sabu Antarprovinsi Terbongkar di Merangin, Polisi Sita 2,15 Kilogram Barang Haram!

Dari “salah jalan” hingga “salah kabar”, kisah ini seolah menegaskan satu hal, di balik program bergizi, aroma politik dan pencitraan justru makin terasa menyengat.

reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Artikel Selanjutnya