Dua Ekskavator Merangin Punya Ilmu Ghaib: Sekali Kedip Hilang, Kabarnya Berubah Jadi Lembaran 150 Juta!

Bangko, kabarupdate.id – Jagat media sosial dan warung kopi di Kabupaten Merangin, Jambi, belakangan ini dihebohkan oleh kisah mistis modern yang bikin geleng-geleng kepala. Bukan soal hantu wewe gombel atau pesugihan, melainkan cerita tentang dua unit ekskavator raksasa yang diduga memiliki “ilmu ghaib” tingkat tinggi, yakni bisa menghilang tanpa jejak dalam sekali kedipan mata!

Alat berat bermerek Sany dan XCMG yang awalnya diamankan dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Pulau Rayo, Kecamatan Bangko, mendadak raib dari radar pengamanan. Misteri ini pun langsung memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Selentingan kabar burung menyebutkan bahwa wujud besi berton-ton itu telah “bermetamorfosis” menjadi lembaran uang wangi senilai Rp150 juta sebagai mahar tak resmi agar bisa pulang ke rumah pemiliknya.

Baca Juga  Santuni Yatim Piatu, Polres Merangin Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan

Sulap Berkelas atau Praktik “Tangkap Lepas”?

KEJADIAN ini bermula saat aparat gabungan turun ke lapangan untuk menyisir aktivitas tambang emas ilegal. Kapolsek Bangko awalnya sempat menyatakan bahwa kedua alat berat tersebut sudah diamankan dan dijaga di bawah unit Tipidter Polres Merangin. Namun, layaknya atraksi sulap David Copperfield, esok paginya barang bukti bernilai miliaran rupiah tersebut dilaporkan menguap entah ke mana.

Kondisi ini langsung memicu reaksi keras dari publik. Dikutip dari transatu.id, sejumlah aliansi mahasiswa bahkan meradang hingga menuduh pihak berwenang mencoba membodohi masyarakat dengan memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Dikutip dari reportika.id, masyarakat mencium aroma menyengat dari praktik “tangkap lepas” yang diduga melibatkan setoran dana segar sebesar Rp150 juta dari oknum tertentu agar kasus ini mengendap.

Baca Juga  Minta Prajurit Hindari Pelanggaran, Danrem 042/Gapu Ingatkan Pentingnya Kehormatan Satuan

Merespons bola liar yang menggelinding panas, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi langsung pasang badan dan membantah keras isu receh bernilai Rp150 juta tersebut. Pihak kepolisian mengklarifikasi bahwa alat berat tersebut sebenarnya tidak ditangkap saat beroperasi, melainkan hanya ditemukan terparkir mati di kebun warga yang jauh dari area tambang.

“Itu tidak benar ada Rp150 juta. Siapa yang bilang? Nanti kita tanya orang. Alat itu tidak di lokasi (tambang),” tegas Kiki saat dikonfirmasi wartawan terkait isu uang pelicin tersebut.

Meski dibantah, publik telanjur skeptis. Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jambi (AMPJ) tidak tinggal diam dan langsung menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk mengepung Mapolda Jambi. Mereka menuntut transparansi total dan meminta Kapolda Jambi mengevaluasi kinerja aparat hukum di Merangin yang dinilai tebang pilih dalam memberantas mafia PETI.

Baca Juga  BKPSDMD: Seleksi Sekda Transparan

Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jambi, Ikbal Dinata, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan konspirasi ini secara terang benderang.

“Kita minta Kapolda usut Kapolres Merangin dan anggotanya atas ‘Tangkap Lepas’ dua alat berat Excavator di Pulau Rayo baru ini. Diduga kuat telah terjadi kong kalikong dalam persoalan tersebut,” tukas Ikbal saat berorasi di depan Mapolda Jambi.

Hingga hari ini, misteri hilangnya ekskavator ajaib ini masih menyisakan tanda tanya besar. Apakah kedua monster besi itu memang berjalan sendiri menggunakan kekuatan ghaib, ataukah mereka benar-benar telah luluh lantak dan berubah wujud menjadi tumpukan uang kertas senilai Rp150 juta? Publik Merangin masih menunggu akhir dari episode sulap penegakan hukum ini.

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan