Bangko, kabarupdate.id – Sebuah ironi besar kembali mencoreng dunia pendidikan kita. Di saat para siswa baru SMP di Kabupaten Merangin pontang-panting mempersiapkan diri menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, pemerintah daerah justru sibuk “menyimpan” bantuan yang sangat mereka butuhkan.
Bagaimana tidak kocak? Anggaran program bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa kurang mampu ini nilainya fantastis, mencapai ratusan juta rupiah dan barangnya diketahui sudah siap diadakan sejak Maret 2026 lalu menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Namun, hingga bel sekolah berbunyi tanda hari pertama masuk, bantuan berupa tas, sepatu, hingga seragam Pramuka dan biru-putih itu tak kunjung mendarat di tangan para siswa.
Lantas, apa yang membuat proyek ratusan juta ini mendadak “mandek” di gudang?
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin Zuhdi berkilah bahwa belum disalurkannya bantuan ini karena pihaknya masih melakukan penelusuran dan sinkronisasi data bersama Dinas Sosial.
“Kami masih melakukan penelusuran dengan Dinas Sosial karena bantuan ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Datanya harus benar-benar diverifikasi terlebih dahulu,” ujar Zuhdi enteng.
Publik tentu mengernyitkan dahi. Pengadaan barang sudah berjalan sejak Maret, artinya ada waktu sekitar empat bulan kosong, namun mengapa verifikasi data baru sibuk dilakukan sekarang? Apakah aparatur sipil kita baru tersadar dari “tidur panjangnya” tepat saat tahun ajaran baru dimulai?
Lebih “membagongkan” lagi, pihak Dinas Pendidikan seolah merasa tidak ada yang salah dengan keterlambatan ini. Zuhdi menambahkan bahwa secara administrasi, mereka masih punya waktu luang hingga akhir Desember 2026 untuk mempertanggungjawabkan anggaran tersebut.
“Selama tidak melewati akhir Desember 2026, masih sesuai ketentuan karena ini merupakan dana pengadaan,” jelasnya berlindung di balik aturan administrasi.
Pembelaan ini jelas memicu amarah publik. Dinas Pendidikan dinilai menutup mata terhadap realitas di lapangan. Logikanya, momentum terbaik anak-anak membutuhkan seragam adalah di awal tahun ajaran baru, bukan di akhir tahun saat semester ganjil sudah hampir selesai! Menunda pembagian baju sekolah sampai Desember sama saja dengan membiarkan siswa miskin bersekolah dengan baju lusuh selama berbulan-bulan, hanya demi mencocokkan kalender anggaran.
Kini, masyarakat Merangin mendesak agar Pemkab tidak lagi berlindung di balik benteng birokrasi dan sinkronisasi data yang berbelit-belit. Jika uangnya ada dan barangnya siap, tunggu apa lagi? Jangan sampai bantuan ratusan juta ini baru dibagikan saat seragamnya sudah kekecilan!
Reporter: Midun








