Bangko, kabarupdate.id — Lima hari pascabencana banjir dan longsor yang melanda Desa Rantau Jering, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, warga masih berjuang memulihkan kondisi secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah daerah, Kamis (30/4).
Bencana yang dipicu hujan deras tersebut menyebabkan 70 kepala keluarga terdampak. Dua rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara empat lainnya rusak ringan. Meski air telah surut, warga masih disibukkan dengan membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki rumah yang rusak secara gotong royong.

“Sudah lima hari, belum ada bantuan dari pemerintah. Kami terpaksa bersihkan rumah dan lingkungan sendiri agar bisa ditempati kembali,” ujar salah satu warga, Rhomadan.
Sejumlah rumah terlihat dalam kondisi memprihatinkan. Dinding yang runtuh dan bagian bangunan yang jebol hanya ditutup menggunakan papan dan terpal seadanya agar tetap bisa ditempati.
Tak hanya itu, longsor yang terjadi juga sempat menutup total akses jalan menuju pusat kecamatan. Tanpa alat berat, warga membuka kembali akses tersebut secara swadaya menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji mesin dan parang.

Kesulitan semakin dirasakan saat saluran air bersih rusak akibat longsor. Demi mendapatkan air, warga terpaksa meniti pinggir tebing curam dengan ketinggian puluhan meter untuk memperbaiki pipa yang pecah. Dengan peralatan terbatas, mereka mengangkut pipa dan menyambung kembali jaringan air secara manual.
“Kalau tidak kami perbaiki sendiri, kami tidak punya air. Memang berbahaya, tapi ini satu-satunya cara agar kebutuhan air tetap terpenuhi,” kata Eka warga lainnya.
Untuk menghindari risiko terjatuh, warga membuat tali sebagai pegangan saat bekerja di lereng bukit. Meski berbahaya, upaya tersebut tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan air bersih.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan membantu penanganan dampak bencana, terutama dalam perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar. Hingga kini, masyarakat Desa Rantau Jering masih mengandalkan gotong royong sebagai satu-satunya cara untuk bangkit dari bencana.
reporter: Rudi












