Zonasi Rasa Nepotisme? Jarak Hanya 4 KM, 11 Siswa Desa Kungkai Malah ‘Disingkirkan’ dari SMAN 1 Merangin!

Bangko, kabarupdate.id – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi di SMAN 1 Merangin mendadak beraroma amis. Alih-alih menjadi solusi berkeadilan bagi warga sekitar, sistem seleksi di sekolah favorit ini justru dituding sarat permainan dan tebang pilih.

Bagaimana tidak? Sebanyak 11 siswa yang berdomisili di Desa Kungkai dipastikan gigit jari setelah nama mereka didepak secara sepihak dari daftar kelulusan. Padahal secara geografis, Desa Kungkai merupakan wilayah terdekat (“Ring 1”) dari sekolah tersebut, dengan jarak tempuh hanya berkisar 4 kilometer!

Ironisnya, alasan yang dilemparkan pihak panitia dinilai sangat tidak masuk akal dan terkesan menutup-nutupi sesuatu. Nama belasan calon siswa tersebut dinyatakan hilang begitu saja dengan dalih “sudah digeser”.

“Kami sudah menemui ibu yang mengurus bagian penerimaan, tapi jawab ibu itu nama kami sudah digeser. Kami juga tidak tahu kenapa dan apa sebabnya nama kami digeser,” ungkap FN, salah satu siswa asal Desa Kungkai dengan nada kecewa bercampur bingung.

Baca Juga  Gawat! BP2P Jambi Ultimatum Oknum Fasilitator Bedah Rumah Merangin: Siap-Siap Dipecat!

Keputusan sepihak ini pun langsung memicu kegaduhan dan kritik pedas dari masyarakat. Publik mulai mempertanyakan, yakni jika jarak 4 kilometer saja bisa terdepak, lalu siswa dari zona mana yang berhasil masuk? Apakah jalur domisili ini sudah disusupi oleh praktik nepotisme dan ‘titipan’ oknum tertentu?

Guna mengungkap kejanggalan dan misteri “tangan gaib” yang menggeser nama-nama siswa tersebut, awak media mencoba mendatangi SMAN 1 Merangin untuk meminta klarifikasi langsung dari sang kepala sekolah.

Namun sayang, aroma ketertutupan semakin menyengat. Pihak sekolah terkesan menghindar dengan alasan kepala sekolah sedang sibuk rapat dan tidak bisa diganggu.

Tak berhenti di situ, upaya konfirmasi juga dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp ke nomor pribadi Kepala SMAN 1 Merangin, Henda G. Namun, hingga berita ini ditayangkan, sang kepala sekolah memilih bungkam seribu bahasa dan enggan membalas pesan yang dikirimkan.

Baca Juga  Ini Dia 15 Nama Pejabat Tinggi Pemkab Merangin yang Baru Dilantik Bupati Syukur

Sikap bungkam dan aksi saling lempar alasan dari pihak SMAN 1 Merangin ini semakin memperkuat spekulasi liar di tengah masyarakat bahwa PPDB tahun ini tidak lagi murni berdasarkan jarak, melainkan berdasarkan “kedekatan” dan kepentingan sepihak.

Nasib 11 siswa Desa Kungkai kini terkatung-katung, menjadi korban dari sistem yang diduga kuat telah dimanipulasi.

Reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Tinggalkan Balasan