Ada Apa dengan Loho? Bungkam Soal Kasus 2 Ekskavator Hilang Malah Blokir Nomor Wartawan, Takut Borok Terbongkar?

Bangko, kabarupdate.id – Misteri lenyapnya dua unit alat berat pasca-razia Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Pulau Rayo, Dusun Bangko, kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Bukannya memberikan klarifikasi untuk menjernihkan suasana, salah satu pengusaha yang santer disebut-sebut sebagai pemilik modal, Loho, justru memilih bungkam seribu bahasa.

Niat baik awak media kabarupdate.id untuk meminta konfirmasi dan memberikan ruang hak jawab komprehensif justru direspons dengan tindakan mengejutkan. Saat dihubungi melalui pesan singkat dan panggilan telepon seluler, Loho sama sekali tidak merespons dan kedapatan langsung memblokir nomor kontak wartawan kabarupdate.id.

Sikap tidak kooperatif dan aksi “main blokir” sepihak yang dipertontonkan oleh pengusaha lokal tersebut sontak memantik kecurigaan baru di tengah publik Merangin.

Baca Juga  Pj Bupati Apresiasi Peresmian Gedung Sentra Diklat Kejati Jambi

Langkah menghindar ini dinilai bukan sekadar bentuk penolakan terhadap media, melainkan sebuah sinyal kepanikan mendalam. Spekulasi liar pun menggelinding bebas di tengah masyarakat, apakah Loho ketakutan jika borok besar dan skandal di balik hilangnya ekskavator itu terbongkar ke permukaan?

“Kalau memang merasa tidak bersalah atau tuduhan kepemilikan alat itu keliru, ya tinggal klarifikasi saja secara terbuka. Aksi memblokir nomor wartawan justru membuat masyarakat semakin yakin ada hal besar yang sengaja disembunyikan,” ungkap Erwin salah seorang warga Bangko yang terus mengawal isu ini.

Senada dengan hal itu, sorotan juga datang dari perwakilan Aliansi Aktivis Peduli Lingkungan Jambi, Wandi, ia mendesak agar penegak hukum tidak terpengaruh oleh gerakan tutup mulut para pemodal tambang ilegal. Mereka meminta institusi kepolisian bertindak lebih agresif dan transparan dalam membongkar aliran dana gaib tersebut.

Baca Juga  2 Warga SAD di Merangin Ditangkap, Diduga Terhubung Jaringan Penculikan Anak: Bilqis Pernah Berada di Tangan Mereka

“Kami minta Polda Jambi segera memanggil dan memeriksa Loho secara intensif terkait kepemilikan dua ekskavator yang menguap tersebut. Jangan sampai publik berasumsi penegakan hukum di Merangin ini tajam ke bawah tapi tumpul dan ‘masuk angin’ ke atas hanya karena diadang benteng pemblokiran atau isu Rp150 juta,” pungkasnya dengan nada tegas.

Hingga berita ini diturunkan, hilangnya besi raksasa berbobot puluhan ton yang diiringi dengan isu miring mengenai aliran “uang damai” atau dana tebusan sebesar Rp150 juta tersebut masih menjadi bola liar.

Aksi tutup mulut dari pihak Loho ini pun semakin memperkuat desakan publik agar aparat penegak hukum segera bertindak tanpa pandang bulu demi menjaga marwah institusi di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan