Banjir Melanda Tiga Desa, Camat Lembah Masurai Tak Pernah Muncul

Bangko, kabarupdate.id – Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Lembah Masurai, yakni Rantau Jering, Muara Lengayo, dan Muara Pangi, menyisakan luka dan kekecewaan mendalam bagi warga. Di tengah kondisi darurat, ketika air merendam rumah dan akses terputus, satu hal yang paling disorot adalah absennya sosok camat di lokasi bencana.

Sejak banjir terjadi, warga mengaku belum pernah melihat langsung kehadiran Camat Lembah Masurai Hendri Oktavianus, di wilayah terdampak. Padahal, sebagai pimpinan wilayah, kehadiran camat dinilai sangat penting untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.

“Selama banjir ini, kami tidak pernah lihat camat datang ke sini. Kami hanya bisa bertahan seadanya,” ungkap Randi seorang warga dengan nada kecewa.

Banjir yang merendam tiga desa tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Sejumlah rumah terendam, warga kesulitan mendapatkan bantuan, dan akses transportasi terganggu. Dalam situasi seperti ini, masyarakat berharap ada perhatian dan respons langsung dari pemerintah setempat.

Baca Juga  Lamban! Pemkab Baru Surati DPRD Setelah 2 Pekan Penundaan KUA-PPAS 2026

Sorotan publik semakin tajam setelah beredar informasi bahwa sejak pelantikan Bupati Merangin M. Syukur dan Wakil Bupati Abdul Khafid pada 20 Februari 2025 lalu, Camat Lembah Masurai disebut lebih sering berada di Bangko dibandingkan di wilayah kecamatan.

Menanggapi hal itu, Hendri Oktavianus memberikan klarifikasi. Ia menyebut padatnya agenda dan panggilan dari tingkat kabupaten membuat dirinya harus bolak-balik antara kecamatan dan Bangko.

“Oh begitu, inilah contohnya iya bagaimana lagi, saya sibuk di kecamatan dipanggil pula ke kabupaten, saya tiba di kabupaten diminta pula ke kecamatan. Ini bagaimana pula pak gubernur mau ke atas pula lagi. Serba tidak menentu,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan keterbatasan operasional yang dihadapi dalam menjalankan tugas. “Sementara beban operasional minta ampun, ujungnya saya menggunakan motor kalau berdinas hilir mudik,” tambahnya.

Baca Juga  Sehari Setelah Bunuh Istri, Suami di Koto Rami Ikut Meninggal Dunia

Meski demikian, alasan tersebut belum mampu meredam kritik masyarakat. Warga menilai, di tengah situasi bencana, kehadiran pemimpin di lapangan adalah hal yang tidak bisa ditawar.

reporter: Rhomadan Cerbitakasa

Tinggalkan Balasan