Bangko, kabarupdate.id – Suasana di Kantor Bupati Merangin mendadak memanas, Kamis (21/5). Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, menduduki halaman kantor Bupati Merangin sebagai bentuk protes terhadap janji pemerintah daerah yang dinilai belum ditepati.
Aksi massa yang dipimpin langsung oleh Delapan Temenggung itu berlangsung sejak pagi hari. Dengan membawa tuntutan terkait pembayaran honor dan pemerataan bantuan ekonomi, warga SAD terlihat bertahan di lokasi sambil meminta Bupati Merangin M. Syukur menemui mereka secara langsung.
Dalam orasinya, Temenggung Jang menyebut masyarakat SAD merasa kecewa lantaran janji yang pernah disampaikan Bupati sekitar lima bulan lalu hingga kini belum juga terealisasi. Salah satunya terkait honor untuk delapan Temenggung SAD yang disebut akan diberikan pemerintah daerah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi menjaga keamanan wilayah.
“Sudah hampir lima bulan kami menunggu. Janji itu sampai sekarang belum dibayar. Kami datang ke sini untuk menagih hak kami,” tegas Temenggung Jang di hadapan massa aksi.
Tak hanya persoalan honor, massa SAD juga menyoroti program bantuan keramba ikan yang disebut bernilai lebih dari Rp1 miliar. Mereka menilai penyaluran bantuan tersebut tidak adil karena hanya diberikan kepada satu Temenggung saja.
Menurut Temenggung Jang, sejak awal bantuan tersebut dijanjikan untuk delapan kelompok Temenggung SAD di Merangin. Namun dalam realisasinya, bantuan justru dianggap terpusat pada satu pihak sehingga memicu kecemburuan sosial di tengah komunitas adat.
“Awalnya delapan Temenggung dilibatkan, tapi kenapa yang menerima hanya satu orang. Kami jadi ribut sesama kelompok gara-gara ini. Kami merasa dibohongi,” ujarnya dengan nada kecewa.
Pantauan di lapangan, ratusan warga SAD tampak masih bertahan di kawasan Kantor Bupati hingga siang hari. Mereka duduk berkelompok sambil terus menyampaikan tuntutan agar Bupati Merangin memberikan penjelasan secara terbuka.
Situasi sempat memanas ketika terjadi kericuhan kecil di sekitar area kantor pemerintahan. Bahkan satu unit mobil milik Kabag Ops Polres Merangin dikabarkan mengalami kerusakan akibat diamuk massa yang emosi. Aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Merangin terkait tuntutan ratusan warga Suku Anak Dalam tersebut.
reporter : Rhomadan Cerbitakasa












