Praktik Pungli Berkedok Komite di SMPN 4 Merangin: Baju Mahal 1,6 Juta, Ukuran Ngasal dan Baju Jadi!

Bangko, kabarupdate.id — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 4 Merangin kembali memicu kontroversi panas. Kali ini, dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok kesepakatan rapat komite menyasar pembuatan seragam sekolah. Wali murid dibuat mengelus dada lantaran sudah merogoh kocek hingga Rp1,6 juta, namun seragam yang diterima justru jauh dari kata layak dan tak sesuai ukuran!

Keluhan menyengat ini diungkapkan langsung oleh salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya. Ia membeberkan bahwa meski sempat digelar rapat komite, arah pembuatan baju sepenuhnya dikendalikan oleh oknum ketua komite.

“Gini ndo, sayo mau nanyo. Kemarin anak sayo masuk SMP 4 Merangin, biaya pembuatan baju semuanya Rp1,6 juta. Memang ada rapat komite, tapi tempat pembuatan baju itu diarahkan langsung oleh ketua komitenya. Kalau seperti itu, sama saja pihak sekolah yang memungut uangnya,” ujar sang wali murid dengan nada kecewa, Sabtu (05/9).

Baca Juga  RSUD Kolonel Abundjani Bangko Gelar Senam Sehat Bersama, Ciptakan Suasana Ceria dan Tubuh Bugar di Akhir Pekan

Tak berhenti di situ, fakta mengejutkan lain turut terbongkar. Uang jutaan rupiah yang disetor wali murid ternyata bukan untuk pembuatan baju kustom yang diukur langsung ke tubuh anak. Penjahit yang ditunjuk justru membagikan baju siap pakai (pakaian jadi) dengan ukuran serampangan.

“Bukan bahan kain yang dibuatkan ndo, melainkan baju yang sudah jadi. Jadi tidak ada diukur oleh pihak tukang jahit. Menurut informasi dari orang tua murid lain, banyak sekali yang ukurannya tidak sesuai,” tambahnya.

Merespons kabar miring ini, Ketua Komite SMPN 4 Merangin, Yunizar, tak membantah adanya pengarahan tempat pembuatan seragam tersebut. Ia mengklaim kebijakan itu merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Ya benar, kami mengarahkan. Tapi sebelum kami mengarahkan, kami juga sudah melakukan rapat komite dan bilang ke orang tua murid bagaimana baiknya. Di hasil rapat itu, orang tua murid sepakat mengikuti arahan dari pihak komite,” dalih Yunizar.

Baca Juga  Fraksi Perindo Merangin Pertanyakan PAD Merosot dan PPPK Paruh Waktu Pindah Sekolah

Meski diklaim sebagai hasil kesepakatan rapat, pola pengarahan vendor seragam dengan harga fantastis serta kualitas yang mengecewakan ini kian memperkuat dugaan adanya permainan di balik tembok komite sekolah. Kini, publik menanti ketegasan Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin untuk turun tangan mengusut tuntas dugaan bisnis seragam dan praktik pungli terselubung ini.

Reporter: Midun

Tinggalkan Balasan